A Friend…
(A)ccepts you as you are
(B)elieves in “you”
(C)alls you just to say “Hi”
(D)oesn’t give up on you
(E)nvisions the whole of you (even the unfinished parts)
(F)orgives your mistakes
(G)ives unconditionally
(H)elps you
(I)nvites you over
(J)ust wants to “be” with you
(K)eeps you close at heart
(L)oves you for who you are
(M)akes a difference in your life
(N)ever judges
(O)ffers support
(P)icks you up
(Q)uiets your fears
(R)aises your spirits
(S)ays nice things about you
(T)ells you the truth when you need to hear it
(U)nderstands you
(V)alues you
(W)alks beside you
(X)-plains things you don’t understand
(Y)ields to your loving touch
(Z)eros out your worries
“A real friend is one who
s in when the rest of the world
s out.”

Berawal dari mendapatkan sebuah email di milis, tentang kisah sebuah jam.. mungkin ada yang pernah membaca kisah ini namun pesan yang terkandung di dalamnya lumayan untuk bisa menjadi motivasi bagi kita. Jadi tidak ada salahnya untuk sekedar berbagi lewat postingan berikut..
Minggu 1 Februari 2009 
Akhirnya bisa posting dan ngeblog lagi setelah selama seminggu ini disibukkan dengan padatnya jadwal ujian.. Mohon maaf yah buat teman-teman karena gw belom bisa membalas komen-komen dan balas berkunjung. Ga kerasa yah udah 2 minggu aja kita menginjak tahun 2009 dan selama itu pula kita masih dan tetap menyaksikan kebiadaban israel dalam mengagresi palestina dan melakukan tindakan-tindakan yang sangat melukai kemanusian dengan tanpa pandang bulu membunuh banyak warga sipil, anak-anak, dan menyerang fasilitas publik. Entah sampai kapan kebiadaban tersebut akan berakhir disaat lembaga yang punya wewenang untuk menghentikan perang malah hanya bisa diam dan menonton.