Invasi Musik Indonesia

Sep 10

Sebelumnya gw pegen mohon maaf kepada teman-teman karena beberapa hari ini gw tidak sempat untuk blogwalking dan membalas komen-komen di blog. Hal ini dikarenakan beberapa hari ini koneksi internet di kampus rada jelek dan sering putus nyambung putus nyambung [kayak orang pacaran aja.. hehe] Ya, hal itulah yang bikin gw males untuk ngenet..

Seiring dengan perkembangan yang pesat di negeri sendiri, ternyata saat ini musik Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri tetapi sudah mulai melakukan invasi ke negara-negara tetangga. Bahkan musik Indonesia telah berjaya layaknya tuan rumah di negara Malaysia, buktinya pengusaha musik di negeri yang ngakunya serumpun dengan Indonesia tersebut melakukan protes terhadap fenomena lagu Indonesia yang banyak diputar di radio-radio seantero Malaysia. Mereka melakukan tuntutan pembatasan terhadap pemutaran lagu-lagu Indonesia hingga 10%. Seperti berita yang dikutip dari sini mengatakan..

Tuntutan kuota 90 peratus untuk siaran lagu-lagu Melayu di radio berbanding 10 peratus pesaing terdekatnya dari Indonesia akan dibawa kepada Menteri Tenaga, Air dan Komunikasi, Datuk Shaziman Abu Mansor esok.

“Kalau tidak dapat (kuota) 90:10 pun, sekurang-kurangnya 80:20 pun OK,” kata pengurus persatuan itu Ahmad Abdullah.

Dengan adanya peristiwa ini untuk urusan musik, Indonesia perlu membusungkan dadanya dari negeri tetangganya ini karena telah mampu membuat cemburu para musisi disana dengan karya-karya kreatif anak negeri. Menurut gw sih hal ini wajar-wajar aja sih, gak perlu adanya pembatasan karena musik bersifat universal. Musik kan soal selera, jadi siapa saja dapat dengan leluasa memilih musik yang disukainya. Hal ini jelas-jelas membuktikan bahwa musisi Indonesia memiliki kreatifitas yang tinggi di bidang musik. Semoga invasi musik Indonesia ini dapat diteruskan ke negara-negara Asia lainnya bahkan dunia seperti yang pernah terjadi pada British Invasion. Kalau menurut pendapat teman-teman gimana ?

Salut deh buat Musik Indonesia :hore:

62 comments

  1. sayah termasuk yang kena british invasiOn :sliwer2:

    nakis last blog post..in the mOment like this

  2. Yang banyak dengerin lagu di radio TKI kali, jadi wajar jika mereka minta musik Indonesia yang diputar :yess:

    arif asyaris last blog post..Terima Kasih Kepada Beliau

  3. iya, menurtQ musik itu universal, Malasya juga membatasi pemutaran lagu2 Indonesia di sana, dengan alasan, musisi Qta g pernah bkn album khusus untuk negara Malasya. Seharusnya sich Malasya menjadikan ini sebagai bahan untuk intropeksi diri, gmn caranya supaya mereka bisa ngembangin kualitas musik dari para musisi lokal. (sok pintar bgt ah gw).:tampar:
    Well, kmrn salah saorang temanQ ke Malasya, dan dia bilang sampai dsana, radio2 mereka mmg asli 90 % tottally Indonesian songs..hehe…akhirnya tmnQ ntuh bilang ah…g kerasa klo lg di negeri org…”feels like home”…:hore:

    Sarahs last blog post..Setia

  4. dapet award dari saya tuh!
    wekekekek

    trendys last blog post..PR dan Award!

  5. quota 90:10? haha wajar saja lah kalau gak gitu lagu mereka bakal amblas..meski universal, musik jg diam2 bisa menjajah kok… :blsh2:

    kucingkerens last blog post..Pelukan yuk..

  6. sastro adi /

    Your Comment…:melet: bener coy gue abis dari malingsia juga kayak gitu nggak cuman musiknya, ama sinetronnya juga, tanyain tuh sinetron tersanjung

  7. Wawww…
    Keren banget ya blognya..
    Artikelnya berbobot bangettt
    sukses terus ya….

    mampir ya..!!
    http://gitarkeren.blogspot.com

    tukeran link dunk…:hore:

  8. Bandung 5 april 2001, Ricky (Vocal), Tana (Gitar), Ali (Bass), Agay (Drum) mambentuk sebuah band dengan aliran music pop-progresive, awal terbentuk dengan nama band Cupido. komunitas satu visi dan misi serta kecocokan akan jenis aliran musik memberikan influence dan warna bagi jenis music yang kami bawakan,lagu kami sempat menghiasi chat indie di radio-radio bandung, dan sempat mengisi berbagai acara di berbagai kota.
    Seiring berjalannya waktu pergantian personil membuat Cupido vakum untuk beberapa bulan,masih dimotori oleh sang guitaris tana membangun kembali bendera Cupido yang pernah berkibar namun cupido berganti nama menjadi kita.perekrutan kembali sang vocalis membuat kita tidak memakan waktu cukup lama untuk membuat karya, Ricky (Vocal) dan Tana (Gitar) mencoba untuk tetap mengusung jenis aliran musik yang sama dan sedikit memasukan unsur brith secara tidak langsung kita mencoba mamberikan khasanah familier dan easy listening untuk seluruh pecinta music indonesia. Sebuah ajang festival band di tahun 2006 merupakan salah satu apresiasi kita untuk memperkenalkan jenis musik yang kita usung, dengan bantuan auditional player bass dan drum, kita masuk nominasi dengan seleksi para juri yang ketat dan mendapatkan energy positif dari masyarakat Ardan Fm ( 250 Band ) Oz Fm (225 Band), 99ners(235 Band) alhamduliah kita masuk 10 besar dengan hasil request terbanyak.ini merupakan langkah baru untuk lebih melebarkan sayap dalam ruang lingkup nasional. Dipertengahan tahun 2006 kita mencoba menawarkan beberapa demo lagu ke Sony BMG. Rupanya tuhan mendengar dan melihat perjuangan yang kita lakukan. Berkat usaha dan do’a pada akhirnya mendapat respon yang baik dari pihak Sony BMG .18-april-2007 kita menandatangani kontrak dengan Sony BMG untuk masuk dalam album kompilasi Most Sensational Band dengan lagu bila nanti yang menurut Bpk. Jan Djuhana selaku a&r Sony BMG catching dan cocok untuk masuk dalam album kompilasi tersebut. Dan Kita merupakan group band pertama yang mendapat tawaran untuk masuk dalam album kompilasi tersebut.
    Di penghujung tahun 2007 pihak label mengharuskan kita berganti nama band.dengan berbagai bahan pertimbangan akhirnya januari 2008 tlah resmi KITA berganti nama menjadi TINTA.. Singkat cerita TINTA dengan format baru Tana ( Guitar) Adhin ( Vocal ) Iqbal ( Drum ) Golex ( Bass ) punggawa dari group band TINTA menyatukan satu visi dan misi untuk bisa mencoba memberikan karya yang easy listening agar bisa dinikmati oleh semua kalangan..tana salah satu motor sekaligus pendiri group band ini mencoba membuat karya yang beda dengan group band yang sebelumnya juga pernah berkibar di khasanah musik bandung khususnya. lagu dari TINTA yang berjudul Sudah Saatnya dan Tentang Perasaaanku yang apik dibawakan dan di balut oleh karakter vocal yang khas membuat salah satu karya ini jadi lebih soft dan terdengar syahdu sebagai pesan untuk menyampaikan isi hati kepada seseorang.
    Dengan hadirnya kami mungkin bisa menambah perbendaharaan band-band pop di scene musik indonesia umumnya dan dapat memperkenalkan band kami dalam dunia musik.
    Akan tetapi kami tidak mau mengklaim musik kami dengan jenis musik apa yang terpenting adalah kami dapat memperkenalkan musik yang dibawakan oleh kami.dan dapat diterima oleh para pecinta musik indonesia.
    Powered lirik lagu kami banyak terilhami oleh pengalaman pribadi dan Tana sang composer mencoba mengangkat kisah tersebut ke dalam sebuah karya agar lebih terkesan bercerita kepada seluruh pendengar bahwa ini yang pernah kami rasakan suka-duka menjalani kisah hidup yang tak kan selamanya indah.seperti yang diceritakan dalam salah satu lagu yang berjudul Jalan Hidup.
    Tanpa mengesampingkan maknanya Tinta adalah zat suatu warna untuk itulah kami mengambil nama tersebut
    Semoga Tinta dapat memberikan warna baru dikancah musik tanah air.
    Tinta adalah lambang kebersamaan toleransi, saling menghargai, estetika kehidupan, curahan hati,tertulis diatas hitam-putihnya harapan.

  9. Hmm. .
    aq yakn, indonesia jauh lebh baik dr mlysia. .
    smngt!:sip:

  10. …atau mungkin anda ingin mendengarkan musik dari radio online? please come visit us, Java FM memutar lagu hits indonesia sepanjang masa nonstop 24 jam

    :sip:

  11. nice info, bagus sekali artikelnya kunjungi juga ya jogjapro.com muzics

Leave a Reply

bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »

*