Jakarta, Kota Yang Tak Lagi Ramah Bagi Pejalan Kaki

Jan 24

Jakarta, Kota Yang Tak Lagi Ramah Bagi Pejalan Kaki

Masih lekat dalam ingatan kita tentang kengerian kecelakaan lalu lintas di Tugu Tani Jakarta yang terjadi pada hari minggu 22 januari yang lalu. Sebuah mobil minibus yang melaju kencang menabrak sejumlah pejalan kaki yang akhirnya memakan korban jiwa sebanyak 9 orang dan 3 korban luka.  Sungguh prihatin dengan kejadian ini dimana kegiatan jalan kaki yang merupakan kegiatan sehat dan menyenangkan malah menjadi pengantar nyawa bagi pejalan kaki itu sendiri. Hal ini membuktikan Jakarta bukan lagi kota yang ramah pada para pejalan kakinya.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan karena saya sendiri terkadang mengalami hal yang tidak menyenangkan ketika menjadi pejalan kaki di Jakarta. Mulai dari fasilitas bagi pejalan kaki yang tidak memadai seperti trotoar yang sempit dan tidak rata terkadang juga rusak akibat galian listrik/telepon, trotoar yang hilang karena telah berganti fungsi sebagai tempat jualan pedagang K5 dan tempat parkir motor, zebra cross yang tidak jelas penampakannya karena sebagian telah terhapus dan tidak diperbaiki, jembatan penyebrangan banyak yg rusak dan dijadikan tempat jualan, hingga kelakuan pengguna jalan lain khususnya pengendara kendaraan bermotor yang jarang sekali mau mengalah terhadap pejalan kaki. Di Jakarta, sepertinya para pejalan kaki ditempatkan pada kasta terendah dari semua pengguna jalan, sedangkan di banyak negara khususnya negara maju pejalan kaki merupakan pengguna jalan yg memiliki prioritas tertinggi di jalan.

Saya yang termasuk juga sebagai pejalan kaki di Jakarta pernah beberapa kali merasakan hal kurang menyenangkan dari pengguna jalan lain. Saya pernah hampir cekcok dengan pengendara motor yang naik ke atas trotoar ketika jalanan macet, pengendara tersebut dengan seenaknya meng-klakson & berteriak supaya saya minggir tentu hal tersebut tidak saya terima karena trotoar adalah tempat pejalan kaki, pada saat itulah saya cekcok dengan dia, mungkin karena malu berbuat salah dan disaksikan banyak orang pengendara tersebut akhirnya turun dari trotoar dan berlalu. Kejadian lainnya ketika hendak menyeberang jalan di zebra cross ketika itu ada seorang pengendara mobil yang marah karena saya dianggapnya menghambat perjalanan, padahal bukankah ketika mendekati zebra cross semua pengendara seharusnya melambatkan kendaraan untuk memberikan kesempatan pada pejalan kaki kecuali si pejalan kaki tidak menyeberang pada tempatnya.

Sebenarnya masih banyak kejadian dan pengalaman tidak menyenangkan lainnya sebagai pejalan kaki, itu hanya sebagian kecil yang mungkin juga pernah dirasakan oleh teman-teman sebagai sesama pejalan kaki. Sangat menyedihkan ketika melihat kondisi fasilitas bagi pejalan kaki di Jakarta. Banyak jalan raya diperlebar sedangkan trotoar makin sempit, banyak flyover yang berdiri sedangkan jembatan penyeberangan dalam kondisi tidak layak, banyak underpass yang dibagun sedangkan banyak zebra cross yang telah hilang. Sepertinya memang pemerintah hanya menjadikan pejalan kaki hanya sebagai pelengkap yang tidak terpenuhi hak-hak nya sebagai pengguna jalan.

“Turut Berduka Bagi Para Keluarga Korban Kecelakaan di Tugu Tani Jakarta Semoga Tabah Menerima Ujian Tersebut”

Credit: Picture taken from Republika.co.id and Kompasiana.com

16 comments

  1. Sepertinya hal serupa bukan sj terjadi di Jakarta, dikota besar cukup banyak pengguna kendaraan dengan semaunya sendiri, seperti contoh gambar diatas; trotoar yang diperuntukkan buat pejalan kaki masih saja digunakan :-D

    • perilaku tidak tertib ini sudah tersebar di mana2 ya, kayanya yg masih tertib cuma di desa *yaiyalh kendaraaan aja ga ada*
      laugh laugh

  2. hmm2 ikut prihatin sama peristiwa Tugu Tani , semoga ga akan terulang lagi .
    pemerintah harus segera melakuka tindakan yang tegas

  3. :( Sedih
    Tapi memang hak pejalan kaki di Jakarta ini kelindes pengendara kendaraan bermotor.

  4. ngeri ya lihat foto foto di atas, lalau lewat mana kalau mau jalan kaki

  5. trotoar makin sempit juga ya, PKL belum ditata dgn baik

  6. kapan ya pejalan kaki di indonesia khususnya di jakarta dapat lebih dihargai

  7. Jadi ingat waktu masih tinggal di Depok dan mau nyebrang di jalan raya Margonda, seorang bule (guru bhs Prancis suami) terkaget-kaget dong waktu nyebrang di zebra cross lalu diklakson pengemudi mobil.
    wowwow
    Karena kaget dia berenti, ngeliatin si pengemudi, sambil mengangkat bahu dia bilang “WHY???” dgn wajah polos. Dia bingung, sudah menyebrang pada tempatnya kok masih diklakson… son son..?!
    Kami hanya bisa “Errr..”
    sleep
    #hanyadiIndonesia

  8. sekarang kan sudah ada Koalisi Pejalan Kaki, dan pesepeda motor yang masih suka naik trotoar bisa-bisa dihajar massa..

  9. iya nih serba gak aman, nyebrang udah di zebracross juga gak mau ngalah kendaraan bermotornya, udah sering banget beginian nyucuk
    semoga banyak yang baca tulisan ini dan sadar ya :)

  10. bukan hanya Jakarta, tapi banyak kota² besar di Indonesia juga begitu. semua sepertinya kembali ke pemerintah bagian infrastruktur…

  11. wuuh, saya sering tuh liat pedestrian ke serempet motor… padahal lagi jalan di trotoar…

    suebel

    In house training Buku anak murah

  12. ngga cuma di jakarta sih bang. di padang pun kalo udah jam sibuk dan macet pengendara motor banyak yang naik ke trotoar.

    pejalan kaki bebar-benar tidak dihargai sepertinya dinegeri ini maap

Leave a Reply

bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »

*

Stop censorship

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin