Kekuatan itu Bernama Keberagaman

Oct 09

Kekuatan itu Bernama Keberagaman

Apa yang ada dalam benak kamu ketika mendengar nama Indonesia? Sebuah negara kepulauan yang sangat kaya baik oleh sumber daya alamnya maupun oleh keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Indonesia dibandingkan dengan negara lain di dunia ini memang tidak terlalu istimewa jika hal yang dibandingkan tersebut tentang sumber daya alamnya atau budaya, mungkin banyak juga negara lain yang memilikinya. Tapi apa yang membuat sebuah negara bernama Indonesia itu berbeda?

Yup, jawabannya ada pada persatuan dan kerukunan yang dimilikinya. Bisa dibayangkan negeri yang memiliki lebih dari 17504 pulau (ini baru yang telah diberi nama) juga memiliki 300 kelompok etnik/suku dengan sekitar 600 bahasa daerah, berbagai macam agama dan keyakinan dianut oleh penduduknya, dengan semua perbedaan yang ada negara ini tetap berdiri kokoh selama 65 tahun. Kerukunan dan persatuan merupakan 2 kata yang pantas disematkan dan menjadi trade mark dari negeri yang bernama Indonesia. Bisa dibayangkan kalau di Indonesia tidak ada yang kerukunan dan persatuan pastinya negeri ini telah terpecah belah sejak lama seperti yang telah dialami oleh negara-negara lain. Korea sebagai contohnya mereka terpecah belah hanya karena ideologi yang berbeda, India dan Pakistan juga berpisah karena perbedaan yang sama, hal yang sama juga dialami oleh sebagia bear negara pecahan Rusia.

Persatuan, kata itulah yang menjadi gagasan yang seharusnya terus hidup (living idea) di Indonesia seperti yang ditegaskan oleh founding father kita Bung Karno dalam setiap pidatonya, agar bangsa Indonesia terus bersatu walaupun banyak di luar sana kekuatan-kekuatan asing yang mencoba memecah belah Indonesia. Kita bisa lihat sudah banyak campur tangan asing yang ikut dalam rangka memecah belah Indonesia, seperti ikut campur membantu gerakan separatis, konflik-konflik suku, agama, maupun terorisme dll. Namun semua itu belum mampu untuk menggoyahkan Indonesia sebagai satu kesatuan. Mengutip pendapat dari mantan preseiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) bahwa persatuan RI masih terus ditantang dengan gaya sentrifugal yang bisa membuat RI robek berantakan, tugas kita adalah menyeimbangkannya dengan cara memperkuat gaya sentripetal dalam bentuk persatuan dalam keberagaman.

Jikalau kita ambil analogi, bentuk persatuan dalam keberagaman bisa kita lihat kesempurnaannya adalah dalam komposisi masakan asli Indonesia yang bernama rendang. Resep masakan ini berasal dari berbagai macam rempah-rempah dan bahan yang semuanya bertemu dalam suatu wadah kuali dan kemudian berubah wujud menjadi suatu masakan yang sempurna, lezat dan enak. Contoh ini bisa kita ambil sebagai rujukan bahwa keberagaman bukanlah yang harus dihindari dan disamakan, namun yang perlu dilakukan adalah meramunya dengan resep kerukunan agar nantinya keberagaman itu menjadi suatu kekuatan dan kesempurnaan yang sulit untuk dipisahkan.

Rendang

rendang

Persatuan dan kerukunan bisa di mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan sendiri dengan menerapkan sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan. Persatuan dan Kerukunan bukanlah tugas dari pemerintah semata namun merupakan tugas kita bersama sebagai masyarakat untuk memulainya, membinanya, memupuknya dan mengembangkannya. Bisa dibayangkan ketika negeri ini penuh dengan keberagaman dalam segala hal dengan segala kelebihannya yang unik kemudian mampu menjelma menjadi kesempurnaan dan menjadi kekuatan yang mampu berbicara di level dunia.

One comment

  1. Mari merayakan keragaman :D
    PB 2010

Leave a Reply

bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »

*

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin