Naturalisasi, Sebuah Solusi Prestasi Sepakbola Nasional?

Euforia masyarakat Indonesia terhadap sepakbola nasional khususnya terhadap Tim Nasional Indonesia kini sedang dalam puncaknya. Selain euforia sepakbola yang dirasakan, ada hal baru dalam sejarah sepakbola nasional yaitu hadirnya pemain asing yang membela Timnas atau yang disebut dengan pemain naturalisasi. Program naturalisasi pemain tersebut muncul sejak tahun 2010, seperti layaknya sebuah program tentunya ada pro dan kontra yang mengikutinya. Bagi yang pro, menurut banyak pihak hal tersebut tujuannya adalah untuk memberikan sentuhan baru dalam timnas Indonesia dan sebuah solusi untuk mengakhiri puasa prestasi yang dialami oleh Indonesia sejak 1991 yang pada saat itu meraih medali emas SEA Games sedangkan pihak yang menentang naturalisasi tersebut berdalih meragukan rasa nasionalisme pemain naturalisasi tersebut dan masih banyak anak bangsa yang berpotensi untuk direkrut menjadi pemain Timnas.

Christian Gonzales dan Irfan Bachdim merupakan dua orang pemain timnas pertama yang menjalani program naturalisasi, penampilan keduanya pun cukup memuaskan pada AFF Cup walaupun belum bisa menghadirkan trofi karena kandas di partai final oleh Malaysia. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi PSSI untuk semakin banyak menambah pemain naturalisasi untuk bermain di timnas, seperti pada minggu ini ada 3 orang pemain baru yang menjalani program naturalisasi dan mendapat kewarganegaraan RI yaitu Ruben Wuarbanaran (defender), Diego Michiels (defender) dan Joey Suk (midfielder). Jadi sampai saat ini terdapat 5 orang pemain naturalisasi di squad Timnas Garuda baik pada level senior dan pada Tmnas U-23.


searah jarum jam Irfan Bachdim, El loco Gonzales, Joey Suk, Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels

Tidak cukup sampai pada 5 pemain tersebut, PSSI berencana akan menambah lagi sejumlah pemain naturalisasi di squad Timnas. Pemain tersebut diantaranya adalah Victor Igbonefo (defender) pemain Persipura, Greg Nwokolo (striker) pemain Persija yang keduanya berdarah Nigeria, Jhon van Beukering (midfielder) bermain di liga Belgia, Sergio van Dijk (striker) di liga Australia, Stefano Lilipaly (midfielder) serta Tony Cussell yang semuanya berdarah Indonesia-Belanda. Syarat sebagai pemain naturalisasi yaitu sudah bermukim 5 tahun berturut-turut d Indonesia dan memiliki darah Indonesia dapat dipenuhi oleh semua pemain tersebut, jadi kemungkinan besar mereka juga akan mengikuti jejak El Loco dan Irfan Bachdim menjadi pemain naturalisasi di Timnas Garuda.


searah jarum jam Victor Igbonefo, Sergio van Dijk, Jhon van Beukering, Tony Cussel, Greg, dan Stefano Lilipaly

Seperti dua sisi mata uang, program naturalisasi yang semakin gencar dilakukan oleh PSSI memiliki sisi baik dan buruk. Di satu sisi hal tersebut bisa menjadi solusi mendapatkan pemain bagus untuk Timnas secara cepat sedangkan di sisi lain seperti mengabaikan bakat sepakbola yang terpendam pada 240 juta penduduk Indonesia. Menurut pandangan saya, tidak ada yang salah dalam mencari pemain lewat jalan naturalisasi tersebut karena Indonesia bukan termasuk negara yang pertama kali melakukan naturalisasi bahkan banyak negara-negara terdepan di sepakbola melakukan hal yang sama dalam mencari pemainnya. Hal itu bisa dilihat pada Prancis dengan Zinedine Zidane dan Lilian Thuram, Jerman dengan Sami Khedira dan Mesut Ozil, dan Portugal dengan Deco Souza nya.

Namun program naturalisasi tersebut hanya dibutuhkan untuk jangka pendek  saja, para pemain naturalisasi dapat menjadi pemacu agar pemain lokal mengeluarkan potensi terbaiknya. Sedangkan untuk jangka panjang tentunya diperlukan pembinaan pemain sejak dini dan pencarian bakat yang lebih intens ke seluruh Indonesia. Diperlukan adanya sistem kompetisi yang mendukung secara penuh pembinaan pemain muda karena banyak klub Indonesia lebih mengandalkan pemain asing dan senior daripada membina pemain mudanya secara langsung, hanya segelintir klub profesional yang memiliki program binaan pemain muda, hal itu pula yang menyebabkan potensi dan bakat pemain lokal tidak dapat berkembang secara maksimal.

Hal lain yang mungkin sangat diperlukan oleh sepakbola nasonal adalah sistem scouting pemain yang baik, karena mungkin saja tersimpan bakat pemain seperti neymar, lionel messi atau javier hernandez pada suatu desa di Indonesia namun terabaikan karena buruknya scouting yang dilakukan selama ini. Semoga dengan adanya pembinaan pemain muda dan scouting yang baik tersebut, nantinya Indonesia dapat melahirkan pemain-pemain bagus dan Indonesia dapat menjadi negara pengekspor pemain bagus sepeti Brasil dan Argentina, jangan cuma menjadi negara pengimpor pemain dengan proses naturalisasi.

Salam Sepakbola! cool

6 thoughts on “Naturalisasi, Sebuah Solusi Prestasi Sepakbola Nasional?

  1. cuma solusi sesaat alias semenatra. di tengah minim dana, lapangan bola makin dikit malah membanjir lapangan futsal, organisasi sepakbola lg dibenahi dll. klo jangka panjang tentu lbh setuju pembinaan pemain muda dan memperbanyak kompetisi

  2. Yah..gimana ya mas, kalo pemainnya semua orang asing ya keihatan aneh juga :D
    Udah bukan timnas Indonesia lagi namanya, tapi timnas wong londo :lol:

  3. Naturalisasi itu kayak liga Italia

    musim 09/10 mereka emang sempet dapet champion (inter), tapi prestasi timnas-nya jeblok

    Squad pemain murni itali inter waktu itu cuma materazzi sama santon

    Ga ada regenerasi del piero atau totti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »