Bahaya Sepasang Sumpit

Mar 24

chopstickBanyak makanan yang kita makan mengharuskan kita untuk menggunakan sumpit sebagai pengganti sendok atau garpu. Akan tetapi Tahukah Anda, bagaimana sumpit ini dibuat ?

1. Dipotong dari pohon bambu
2. Diproduksi oleh industri rumah tangga
3. Di “putihkan” dengan menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida (tanpa disinfektan)
4. Proses pengeringan seadanya
5. Di kemas seadanya juga untuk di export ke luar negeri
6. Pengiriman ke luar negeri menggunakan kapal laut (terlalu mahal jika menggunakan pesawat)
Dibutuhkan waktu yang cukup lama, contohnya 1 bulan dari Vietnam ke Taiwan .Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya akan sangat besar sekali kemungkinan untuk terkontaminasi oleh kotoran/sarang tikus dan kecoa.
7. Proses pengemasan (tanpa disinfektan) Contoh kasus, untuk setiap penerimaan kargo sumpit di taiwan , akan langsung di distribusikan ke industri rumahan yang akan mengerjakan pengemasannya, dan tanpa proses disinfektan (sterilisasi) akan langsung dikirim ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi.
8. Dan langsung masuk ke mulut Anda
9. Tahukah Anda, bahwa ada ribuan bahkan jutaan kuman-kuman dan mikroorganisme merugikan yang menetap di
dalam sumpit ?

Semua sisa cairan (pemutih, sulfur, hidrogen peroxida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telor kecoa, telor ulat dsb) akan terus menetap di lubang-lubang kecil tersebut sampai Anda menggunakannya.

Sebuah percobaan yang pernah dilakukan :
1. Rendamlah sumpit bambu ini ke dalam air selama 1 minggu, airnya akan menjadi BAU.
2. Kacang polong yang ditanam dengan air rendaman ini akan tumbuh lebih lambat, dan berhenti tumbuh ketika mencapai 5-6 cm dan kemudian mati.
3. Asap pembakaran dari sumpit ini akan bersifat asam.

Cara terbaik adalah bawalah sumpit Anda sendiri.

Sebuah pohon yang berusia 20 tahun bisa menghasilkan sumpit sebanyak 3000 sampai 4000 pasang. Taiwan menggunakan sumpit sebanyak 100 triliun pasang setiap tahun, artinya 29 juta pohon hilang setiap tahunnya.

Dengan begitu banyaknya sisa-sisa penggunaan sumpit, apakah tidak mungkin ada orang yang demi keuntungan semata, melakukan pendaurulangan kembali sumpit-sumpit sisa pakai tersebut dengan cara diatas (sulfur dan hidrogen peroxida) untuk dijual kembali ?

Sumber : Carilah di google dengan keyword “Chopstick controversy”
Chopstick controversy: China eats its forest away

6 comments

  1. wew.. beruntung deh gw gak suka makan pake sumpit.. ribet soalnya.. hehehe..

  2. Wah padahal aku paling demen makan2 dengan sumpit. Kalo gitu apa musti bawa sumpit sendiri ya? sumpit plastik yang rada mahal itu.

  3. rudi rupian /

    Saya cuma bisa bilang…
    Buset…buju buneng…
    kok keren banget…tapi saya pikir semua ini ada karena ekonomi,jika mereka mendapatkan ekonomi yang layak maka ga akan bikin sumpit yang tidak sembarangan sprti itu.
    dan untuk masalah ksehatan,berefek buruk utk tumbuhan belum tentu berefek buruk di tubuh kita,sebab kita masi menyimpan dan memproduksi antibiotik/memiliki petahan tubuh yg stabil.
    jika memang sumpit itu berbahaya,kenapa kita tidak berhenti saja mengkonsumsi daging? toh kita tau semua perternakan menggunakan byk obat2an utk memperbesar peternakanya,entah itu disuntik hormon,antibiotik dll…
    semua itu bermasalah jika mengkonsumsinya secara berlebihan.
    Betul ga?
    bagi yang suka debad add fb saya : bali love peace or ym saya hongendesign@yahoo.com ditunggu lawan debad.dokter atau lulusan sarja saya terima,untuk membuka pikiran kita semua.
    Thx before:yess:

  4. thx yh infonya…
    pdhal q sk makan pake sumpit tp jrang2 sh….
    pke sumpit yang dari bahan plastik gk papa khan??

  5. :wouw::nangis::demo:

  6. Herri Kh. MA /

    Saya sangat heran klo ada yg percaya dengan tulisn tentang bahaya menggunakan sunpit. Karena dari tulisannya sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan (tdk Ilmiah). saya rasa yg meng informasikan ini pedagang sendok n Garpu (bukan pengusaha lho….)karena banyak sekali data yg diberikan salah hanya bersifat isu. saya bisa buktikan :
    1.Prouksi sumpit sangat sulit utk home industri klopun ada hasilnya sangat sedikit.
    2. Menggunakan sulfur dan hidrogen peroxida, klo menggunakan zat kimia tersebut warna sumpit akan putih sekali tiak terlihat serat bambunya seperti bedak dan tolong perhatikan
    sumpit yg beredar di Indonesia warnanya klo tdk warnanya agak kuning or warna bambu putih biasa.Dari segi biaya sangat tidak efisien dan tidak terjangkau dgn harga harga yg ada dipasaran.
    3.Pengeringan biasanya mengunakan Oven selama 8 jam dgn suhu 70 derajat, klo tdk akan timbul bercak hitam or jamuran.
    5.Pengemasan biasanya mengunakan mesin dgn di seal rapat.
    6.Yang namanya Expor klo kapasitas 20f itu semuanya pasti pakai kapal laut. saya sering expor ke Jepang, produck Bed sunoko, rotan basket, Teppokushi, itu hanya memekan waktu 5 hari.
    7.Coba rendam kayu, rotan atau apa aja dgn waktu yg sama tanpa menggunakan zat kimia, pasti akan timbul bau busuk juga.
    8.1 pohon banbu hanya bisa buat sunpit kurang lebih 2500 batang tusuk sate 5 kg.
    9. klo bambu dibakar bersfat asam, sebaiknya anda baca tentang arang bambu, banyak sekali manfaat kesatan untuk manusia, salah satunya utk mematikan bakteri, dan pada bambu trkandng Infra red yg bermanfaat.
    10. Pohon bambu yg sangat baik utk produksi sumpit yg berumur 3th lebih dari itu sangat jelek, usia 20 th itu usia kayu. usia bambu di atas 10th aja uda rusak dan mati.
    Saran saya anda lebih banyak belajar.

Leave a Reply

bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »

*

Stop censorship

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin