Menyapa Krakatau via Tanjung Lesung

Ceritanya bermula karena lagi kangen buat backpaking ke tempat yang rada jauh, terakhir ya akhir tahun lalu ke Makassar walaupun cuma beberapa hari saja. Sempat sih punya rencana untuk ke Karimun Jawa bulan Maret kemarin tetapi karena cuaca sedang tidak bersahabat, akibatnya penyeberangan dari daratan Jawa ke sana sempat ditutup selama 2 minggu (gagal travelling). Mulai lah saya cari-cari info trip dari teman, kebetulan karena saya sering main di forum travelling Kaskus, ada teman yang mengajak untuk travelling ke Krakatau untuk tanggal 27-29 April 2012 dan menariknya trip ini mengambil rute via Tanjung Lesung, Banten. Biasanya kebanyakan wisatawan kalau mau ke Krakatau via Dermaga Canti, Lampung sekalian buat mampir ke Kiluan juga. Karena ini rute yang ga biasa maka saya pun tertarik sekaligus tertantang apalagi tema Trip kali ini adalah “Get Lost in Krakatau” jadi kita bakal Camping di Pulau anak Krakatau tanpa Listrik, tanpa Sinyal Komunikasi dan tanpa persedian banyak air tawar, bisa dibayangin deh tantangannya.

Day 1, 27 April 2012

Awal trip ini dimulai pada hari Jumat, saya berangkat dari rumah menuju meeting point yaitu di Parkir Timur Senayan, rencananya kita berangkat menuju Tanjung Lesung dengan bis yang sudah dicarter pada pukul 22.30. Saya pun telah berada di meeting point sejak jam 9 malam, sembari menunggu kedatangan bis, acara diisi berkenalan dengan para peserta lain yang sebagian besar tidak saya kenal dan diantara 26 orang tersebut ternyata ada 2 orang wisatawan asing dari Jerman yang juga ikutan trip. Pukul 23.00 akhirnya kami meninggalkan Jakarta menuju ke Tanjung Lesung. Selama perjalanan tidak banyak aktivitas yang dilakukan kecuali diisi dengan tidur sebagai persiapan aktifitas padat keesokan harinya.

Day 2, 28 April 2012

Pukul 04.00 kami tiba di Tanjung Lesung dengan total perjalanan sekitar 5 jam dari Jakarta. Oh iya Tanjung Lesung ini terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, sebuah tanjung yang menghadap langsung ke Selat Sunda. Setelah shalat subuh kami langsung bersiap-siap menuju pelabuhan kecil yang terdapat di dalam Tanjung Lesung Resort untuk naik kapal ke Krakatau. Ternyata kapal telah menunggu dan sarapan pagi langsung dilakukan di atas kapal. Pukul 07.30 kapal pun meninggalkan daratan menuju Krakatau, menurut penuturan kapten kapal perjalanan akan memakan waktu 3 jam, jadi ya siap2 aja terombang-ambing di lautan tapi asik kok sambil menikmati keindahan Selat Sunda.

Untuk keberangkatan via Tanjung Lesung ini kita langsung dapat melihat pemandangan sebuah gunung yang menjulang di tengah laut, tapi jangan salah karena itu adalah Pulau Rakata (Induk Krakatau) yang sudah tidak aktif, sedangkan Anak Gunung Krakatau terdapat di balik Pulau Rakata tersebut. Sebelum menuju Anak Gunung Krakatau, kami snorkeling dulu di salah satu spot Pulau Rakata, pada spot tersebut kita bakal disuguhi pemandangan indah karang, koral dan ikan warna-warni yang ternyata jinak suka mendekati orang yang lagi snorkeling. Setelah snorkeling kira2 1 jam kami melanjutkan ke Anak Gunung Krakatau untuk makan siang.

Tiba di  Cagar Alam Anak Gunung Krakatau, ternyata pada hari itu pengunjung Krakatau sedang ramai ada sekitar 3 kapal yang bersandar di pantai. Kebanyakan dari mereka adalah one day trip yang hanya ingin melakukan trekking ke puncak, bukan seperti kami dengan tambahan camping. Setelah sedikit pengarahan dan penjelasan tentang sejarang terbentuknya Krakatau, acara dilanjutkan dengan makan siang, istirahat, bangun tenda camping serta foto2 sambil menunggu sore karena kami berencana untuk mencari sunset di puncak Krakatau. Sekitar pukul 16.00 kami pun segera bergerak trekking menuju puncak Krakatau. Jangan dibayangin medannya seperti gunung lainnya, karena medan krakatau terdiri dari pasir hitam bercampur batu dengan kemiringan sampai 45 derajad, jadi walaupun gunungnya tidak tinggi tapi musti menyiapkan stamina yang prima. Perjuangan untuk naiknya memang sedikit berat dengan udara yang bercampur belerang bakal membuat yang alergi akan merasakan batuk2 ringan. Alhamdulillah 30 menit sampai juga di punggung Krakatau (batas aman pendakian) dan semua rasa lelah bakal seketika hilang dengan sajian pemandangan yang sangat indah dari atas Krakatau. Subhanallah!

Menjelang maghrib, kami pun turun selain karena sudah gelap juga karena bau belerang yang semakin menusuk. Setelah sampai lagi di bawah aktivitas dilanjutkan dengan beres2 perlengkapan di tenda, shalat dan dilanjutkan makan malam. Setelah itu aktifitas diisi dengan acara bebas, ada yang buat api unggun, ngobrol2 di atas kapal, cari kepiting laut, sampai ikutan karaoke dangdut bareng Polhut Krakatau (Kapalnya Polhut keren ada TV, dapur, sampai karaoke gitu), jadi walaupun tanpa listrik dan sinyal komunikasi kita tetep happy walaupun ada kendala waktu tidur angin lautnya kenceng banget.

Day 3, 29 April 2012

Malam sebelumnya sudah direncanakan kita akan naik gunung lagi untuk kedua kalinya pagi harinya untuk mencari sunrise, jam 04.30 kami sudah pada bangun untuk bersiap-siap summit attack, karena sudah pengalaman mendaki kemarin jadi untuk pendakian pagi ini dari bawah sampai ke punggung Krakatau hanya ditempuh dalam waktu 20 menit. Ternyata untuk summit attack kali ini team kami tidak sendiri, ada 2 kapal juga yang ingin mencari Sunrise Krakatau. Di atas Krakatau sudah bisa ditebak aktifitas yang dilakukan, apalagi kalau bukan foto2 narsis. Pukul 07.30 kami turun untuk beres2 tenda, sarapan pagi dan bersiap untuk pulang.

Pukul 09.00 kami meninggalkan Cagar Alam Krakatau, tapi sebelum kembali ke Tanjung Lesung kapal mengambil jalur mengitari Pulau Sertung, sayang tidak ada sandaran kapal disana jadi kami hanya lewat saja. Ketika perjalanan pulang ada 1 hal yang bikin miris yaitu di perairan Selat Sunda banyak terdapat kumpulan sampah yang mengapung hasil perbuatan orang2 yang tidak berbudaya. Pukul 13.00 kami tiba di Tanjung Lesung dan langsung menyerbu tempat untuk mandi, karena selama 2 hari kami tidak bertemu dengan air tawar dalam jumlah banyak sehingga bisa dibayangkan rasanya badan 2 hari di laut dan ga pernah mandi. Kami pun meninggalkan Tanjung Lesung menuju Jakarta pukul 15.00 kali ini mencoba rute melewati Kota Pandeglang dan Serang akibatnya sering terhambat macet. Alhamdulillah, pukul 21.00 kami tiba Jakarta dengan selamat dengan membawa segala keindahan tentang Krakatau.

Ada beberapa sedikit tips untuk teman-teman yang ingin ke Krakatau

- Siapkan anti mabuk buat yang sering mengalami mabuk laut karena perjalanan di laut lumayan lama.

- Untuk trekking sebaiknya menggunakan sepatu karena pasir lumayan panas dan batu tajam, juga siapkan bekal air minum karena pendakian bakal melelahkan.

- Persiapkan sleeeping bag untuk tidur malam karena angin lumayan kencang.

- Yang paling penting adalah Jangan mengambil apapun kecuali foto, Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, Jangan membunuh apapun kecuali waktu.

foto2 dari bang elyudien dan mas Leo

21 thoughts on “Menyapa Krakatau via Tanjung Lesung

  1. Duh senengnya yang bisa pelesiran, bisa sedikit melupakan sedikit keruwetan sehari-hari. Semoga setelah selesai pelesir semangat kerja jadi bertambah :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Wah bau belerang itu kalau kelamaan dicium jadi racun ya kayaknya.
    Jadi ingat jaman dulu ikutan naik gunung…. cuma sekali saja seumur hidup hahaha… dan ketemu kawah belerang juga di atas.

  3. Kapan ya saya bisa ke Krakatau? :(
    Daridulu hobinya suka naik gunung soalnya :D
    Btw, saya pasti bakalan puyeng nyium bau belerang :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »