Serunya Menelusuri Keindahan Green Canyon dengan Body Rafting

Udah lama banget ga update blog dan blogwalking, postingan terakhir aja sudah lebih dari sebulan yang lalu. Trus gw musti koprol sambil bilang WOW gitu? Hahaha. Postingan kali ini bertema travelling lagi, sebenernya jalan-jalan ini udah agak lama akhir bulan lalu tepatnya tanggal 28 – 30 September 2012. Jalan-jalan kali ini pun tetap pergi sendiri, udah kali ke-4 nyobain travellng sendiri tapi bukan forever alone ya karena disana gw ketemu dan kenalan banyak teman dari kaskus traveler dan backpacker Indonesia. Buat yang belum tahu Green Canyon itu apa dan dimana, gw akan coba jelasin sedikit.

Green Canyon ini punya nama asli Cukang Taneuh. Cukang Taneuh punya arti yaitu jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan tanah yang digunakan para petani di sekitar sana untuk menuju kebun. Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kab. Ciamis, Jawa Barat. Objek wisata ini adalah aliran sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif, stalakmit, dan ribuan kelelawar yang menjadi penunggunya. Daerah ini diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan menantang untuk dijelajahi. Biasanya pengunjung ke Green Canyon dengan menggunakan perahu menelusuri sungai Cijulang dari hilir tapi menurut gw ini udah terlalu mainstream, gw sewaktu travelling kemarin mencoba cara lain yang lebih menantang dan lebih seru untuk menuju Green Canyon yaitu dengan Body Rafting mengarungi jeram-jeram dari hulu sungai Cijulang sampai ke Green Canyon.

Langsung aja deh cerita pengalamannya, kelamaan intermezzo barusan

Day 1 (28 Sept 2012)

Perjalanan dimulai pada malam harinya karena kami memiliki estimasi perjalanan menuju Pangandaran adalah sekitar 8 jam sehingga nanti kami akan sampai di sana subuh dan masih ada sedikit waktu untuk istirahat. Kita memilih meeting point di Slipi Jaya, jauh sih dari rumah dan macet pulak. Berangkat dari rumah jam 7 sampai di Slipi jam 9, kirain udah telat taunya masih banyak juga teman-teman lainnya yang lebih telat dari gw. Akhirnya kita molor berangkat dari rencana pukul 21.00 malam malah baru berangkat 22.30. Gw udah punya estimasi kita bakal sampai sekitar jam 6 pagi ternyata, tol cikampek macet parah karena ada perbaikan jalan, lepas dari tol cikampek ketemu macet lagi di Nagrek. Untung aja teman2 di mobil pada asik semua ngobrol jadi ya ga terlalu terasa lah macetnya.

Day 2 (29 Sept 2012)

Alhamdulillah setelah sekitar 8 jam di perjalanan kita sampai juga di Pangandaran pukul 08.00, oh iya untuk kemari kami sewa elf dan mobil kecil jg karena peserta lumayan banyak. Setelah bersih2, ngopi2 cantik, dan sarapan kami langsung bertolak ke lokasi Green Canyon, perjalanan menempuh waktu sekitar 30 menit. Sesampainya di lokasi, ternyata rame banget pengunjungnya, ini terlihat dari tempat parkir wisatawan yang terisi penuh, kami langsung check-in di homestay yang sudah dipesan untuk menaruh barang. Kegiatan wisata Body Rafting di Green Canyon masih tergolong baru yaitu 5 tahun dengan adanya 5 operator yang mengerjakannya. Untuk Body Rafting ini kami memilih operator Ki Sunda Adventure selain karena reputasi sebagai perintis juga karena banyaknya peserta yang ikutan. Sebelum Body Rafting ini kami semua harus memakai alat2 keselamatan karena kegiatan ini termasuk ekstrim, mulai dari life jacket sebagai pelampung dan pelindung dada, helm, decker, dan sandal gunung dan tidak lupa pula berdoa sebelum beraktifitas. Oh iya, ketua guide kami namanya Kang Abdul Rahman orangnya asik dan humoris.

Gw kira untuk Body Rafting ini langsung masuk ke gerbang deket parkiran yang biasanya pengunjung masuk, ternyata salah pemirsa karena kami harus menempuh perjalanan lagi sekitar 30 menitan menuju hulu sungai dengan menggunakan truk, udah kayak sapi aja.. Hahaha. Sampai di hulu sungai ternyata masih ada perjuangan yaitu menuruni tebing 30 meteran (jangan khawatir udah ada jalan walau agak ekstrim), akhirnya sampai juga di lokasi start body rafting dan gw langsung kagum dengan pemandangan sekitar, aliran sungai bewarna hijau bening dikelilingi tebing serta pepohonan tinggi semuanya bewarna hijau misterius. Dan menurut gw ini adalah markas bangsa Elf (kebanyakan baca fiksi tentang Middle Earth ‘n nonton Lord of The Ring).

Saran gw sebelum byar-byur di sungai ini lebih baik untuk pemanasan dulu karena kita akan mengarungi sungai dalam durasi waktu 4-5 jam, hal ini bermanfaat untuk mencegah keram (pengalaman banyak teman yg keram di tengah perjalanan). Untuk mengarungi sungai ini kita dipandu oleh beberapa guide jadi jangan khawatir tentang aspek keamanan, pastinya safety first lah. Oh iya Body Rafting ini agak berbeda dengan Rafting biasa karena kita akan mengarungi sungai dan jeram tidak dengan perahu tetapi dengan badan kita sendiri alias berenang. Dan supaya lebih asik dalam mengarungi jeramnya, kita membuat formasi membentuk rantai dengan 5-8 teman, ini dijamin asik banget dan menantang. Untungnya kita mengunjungi Green Canyon ini sewaktu musim kemarau dengan air hijau bening karena kalau musim hujan dijamin airnya bakal keruh dan banjir. Tapi di musim kemarau karena debit air berkurang sehingga kita musti susah payah dikit kalau bertemu batu karang besar.

Selama perjalanan kita bakal disuguhi pemandangan spektakuler aliran sungai selebar 10m diapit tebing2 tinggi sekitar 50m, pohon2 dengan akar napasnya yang menggantung dari puncak tebing ke dasar sungai bahkan ada lokasi yang cahaya sulit masuk karena terhalang tebing dan pepohonan. Gw bisa bilang keadaaan disana perpaduan keindahan yg eksotis dengan suasana yg agak misterius. Di perjalanan kita juga bakal menemui beberapa gua, diantaranya Gua Lalay atau Gua Batu yang dihuni ribuan kelelawar, wajar aja ketika melewati lokasi tersebut agak rada2 bau karena pup kelelawar. Untuk jeramnya sangat bervariasi dari jeram yg biasa aja gampang dilalui sampai jeram yg musti ada persiapan sebelum kita arungi bahkan ada jeram yg dilarang untuk dilewati. Jangan khawatir selama kita patuh dengan guide dijamin petualangan ini bakal ga terlupakan.

Selain gua2, selama perjalanan kita juga bisa menikmati keindahan tetesan air yang jatuh seperti tirai, di antara akar-akar tumbuhan di tepian tebing. Bila beruntung, pelangi akan tampak saat tirai air bersentuhan dengan sinar matahari. Banyaknya rembesan air ini, dikarenakan daerah sekitar merupakan daerah resapan air. Bahkan saat musim penghujan tiba, tetesan air akan berubah menjadi air terjun mini, sayangnya kami kesana waktu musim kemarau tapi tetap asik kok. Tapi ada yg kelupaan buat gw yaitu mengunjungi pemandian kolam putri, ini menurut penduduk sekitar adalah tempat sakral karena konon ketika membasuh wajah di air kolam ini dipercaya dapat memudahkan segala urusan termasuk dalam hal jodoh. Kayaknya hampir tiap tempat wisata di Indonesia pasti ada Gig-gigs seperti ini yah.. Hahaha

Pengarungan sungai ini adalah berjarak 4 km dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam, lamanya ga bakalan kerasa kok karena serunya kegiatan ini palingan bakal merasa kedinginan aja atau kulit pada keriput. Penutup serunya Body Rafting ini apalagi kalau bukan lompat dari batu payung. Yaitu sebuah batu berbentuk payung jamur setinggi 7 meter. Lompat ini tidak boleh dilewatkan kalau ke Green Canyon karena menurut Kang Abdul Rahman (guide) “Kalau ada orang ke Green Canyon tapi gak lompat di batu payung, maka sama aja dengan orang pergi haji tapi gak ke Madinah” Hahaha ada2 aja. Setelah selesai body rafting langsung menuju homestay, tepar semua dan kedinginan langsung deh air kelapa muda jadi santapan disusul dengan makan sore. Malam harinya kita ada acara lagi ke Pantai Batu Karas buat liat2 pantai di waktu malam, kumpul2 sekalian bakar2 ikan. Malam itu pantai Batu Karas lumayan sepi cuma ada 2 kelompok, kami dan traveller lainnya serta beberapa bule gila surfing yg sedang berselancar.

Day 3 (30 Sept 2012)

Objek wisata di Pangandaran bukan cuma Green Canyon lhoo, ada Pantai Legok Pari Batu Karas yg menurut para penggila surfing merupakan pantai dengan ombak dan salah satu spot terbaik di Indonesia, Pantai Madasari yg menyajikan sunrise dan tebing2 karang menakjubkan, Pantai Batu Hiu yg terdapat konservasi penyu dengan pemandangan indah dan hawanya yang sejuk sehingga banyak yg piknik disini beserta keluarga. Serta banyak lagi spot2 tersembunyi atau hidden beach di Pangandaran yang sangat bagus buat dikunjungi. Selama hari terakhir ini kami isi dengan mengeksplore pantai2 yang disebutkan tadi sembari bersiap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta. Sore harinya setelah puas eksplore2 kita langsung bertolak pulang, Alhamdulillah saya selamat sampai di rumah sekitar jam 12 malam. Oh iya untuk semua petualangan tadi kalau dihitung biayanya kira2 menghabiskan sekitar Rp 400 – 450 ribu. Lumayan lah buat petualangan seru ala backpaker. :)

Happy Travelling!

October 11, 2012Permalink 11 Comments

11 thoughts on “Serunya Menelusuri Keindahan Green Canyon dengan Body Rafting

  1. ada beberapa hal yg mau saya tanyakan,mas..
    itu kalo musim kemarau kaya gini debit airnya gimana? apa gak dangkal?
    yang kedua, utk dokumentasinya gimana? apakah ada yg menawarkan jasa?

    • untuk Body Rafting disarankan musim kemarau, debit airnya cukup kok tetep ada jeram2 grade 1-3 malah ada jeram yg ga boleh dilewati. Cuma ya ada effort sedikit buat manjat2 batu yg lumayan besar.

      Air sungai pd musim kemarau juga hijau jernih beda dgn musim hujan yg biasanya keruh dan banjir, jeramnya jg rada bahaya buat body rafting menurut operator.

    • Oh iya, untuk dokumentasi waktu saya banyak temen yg nitip kamera sama guidenya. Jadi yg foto2 kita itu guide ada 2 atau 3 orang *maklum peserta banyak jadi guide jg banyak* hahaha

  2. WoW, ada foto ane di situ haha..
    Nice blog bro, semoga kita bisa ngetrip bareng lagi di lain waktu :P

    oh ya gw ketemu web nya gara-gara googling, gw juga lagi mo bikin post nya cool

  3. Raya..

    Mau tanya mas, itu mas perginya jasa travel atw sewa mobil bareng temen2 sendiri?
    Trs biaya 400-450 udah termasuk penginapan dan biaya body rafting juga kah?
    Makasii infonya..

    • kita sewa mobil sharing cost semua ada sekitar 20an orang, biaya segitu udah termask semua yg saya ceritakan di blog.. kalo pergi sedikit orangnya mungkin biaya bisa naik jg

  4. Bro, boleh tau homestaynya dimana? Minta nama dan nomer telepon homestaynya donk kalo ada. Bln desember rencananya ane mau ke green canyon jg. Makasih bro :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
bignose blush pundung cool matek emmph cry fufu gross hmm2 hoam oyaoya kirkan maap laugh muzics nguantuk nguomel nyuesel nyucuk kikik really suebel sipu2 sleep som surprise2 walk woot wowwow more »